Kekerasan
Ada satu hal yang bisa dilihat sewaktu melihat
Mesjid tempat solat yang biasa dipakai jemaat Ahmadiyah dibakar, ketika kerusuhan
poso, pengeboman stasiun kreta di Madrid, atau melihat bagaimana orang dengan
sorban, hubah putih, naik motor, banyak jumlahnya dan berseliweran di jalanan
dengan sesuka hatinya, saya menyebutnya hal demikian adalah kekerasan.
Atau anda pernah melihat sepasang remaja berbicara
tanpa menatap wajah?, berbicara dengan mengadu punggung, dan tidak akan mau
bersalaman dengan lawan jenis (bukan muhrim). Saya juga melihat itu sebagai
kekerasan, walaupun dengan alasan menghindari zina. Zina itu datangnya dari
pikiran dan hati. Jangan salahkan Inul, Dewi Persik, Nita Talia serta penyayi dangdut lain yang hobi bergoyang. Hukum
zina datang dari yang melihat, mendengar, berkata, merasakan, dan bukan dari
yang melakukan.
Irshad Mudjani dalam suatu wawancaranya mengatakan
satu hal yang sering tidak diakui oleh para kaum islam moderat, mereka menolak
kekerasan atas nama islam, tapi menyangkal peran agama dalam hal kekerasan. Bahwa
agama dimanipulasi untuk melegalkan kekerasan, nah hal itulah yang sekarang
marak terjadi di Indonesia dengan contoh-contoh diatas tadi.