PETA PEMIKIRAN HEGEL (3)

FILSAFAT SEJARAH

 Setelah
Hegel menyatakan bahwa yang sejati adalah rasional dan kemudian menerangkan
tentang dialektika yang membawa ruh kepada titik absolut, maka kita kemudian
akan di bawa pada pemahaman hakekat sejarah. Sejarah bagi Hegel dapat dipahami
sebagai proses dialektika ruh. Filsafat sejarah Hegel merupakan perwujudan atau
pengejewantahan dari ide universal menuju pada absolutisme dengan menjelaskan
semua yang terjadi sebagai proses.

 Bagi
Hegel, sejarah berlaku pada kelompok bukan dalam individu. Searah berkaitan
dengan jiwa manusia dan seluruh budayanya bukan dengan Ilmu dan tekhnologi
seperti yang di jelaskan oleh para pemikir pencerahan. Hegel mengangap sejarah
tidakah bergerak secara lurus terhadap kemajuan, namun ia bergerak secara
dialektis melalui jalan melingkar.

 Dalam
The Philosophy of History Hegel mengatakan bahwa Esensi dari ruh adalah
kebebasan , maka kebebasan adalah tujuan dari sejarah. Sejarah baginya
merupakan gerak kearah rasionalitas dan
kebebasan yang semakin besar. Hegel kemudian merumuskan perkembangan historis ruh, yang terbagi dalam tiga tahap : Pertama,
Timur. Kedua, Yunani dan Romawi dan Ketiga, Jerman. Pada fase
pertama kita akan temui bahwa yang bebas hanyalah satu orang, seperti yang
kita lihat dalam monarki Cina dan Timur Tengah , lalu sejarah bergerak pada
masa Yunani Kuno dan Romawi dimana yang bebas menjadi beberapa orang sebab
masih ada pembedaan antara tuan dan
budak maka bentuk yang sempurna adalah Jerman dimana yang bebas adalah semuanya Pemikiran Hegel mengarahkan kita pada
pemahaman bahwa sejarah merupakan pergerakan penuh tujuan atas cita-cita Tuhan untuk kemanusiaan. Hegel pun memahami
bahwa sejarah memang merupakan meja
pembantaian dimana kesengsaraan, kematian , ketidakadilan dan kejahatan menjadi
bagian dari panggung dunia. Namun Filsafat sejarah merupakan teodisi atau usaha untuk membenarkan
tuhan dan mensucikan tuhan data tuduhan bahwa tuhan membiarkan kejahatan berkuasa di dunia. Dia menunjukkan anggapan yang salah tentang sejarah di sebabkan karena merekan
hanya melihat permukaanya saja, tetapi
mereka tidak melihat aspek Laten serta
potensial dalam sejarah yaitu jiwa
absolut dan esensi jiwa yaitu kebebasan
.

Leave a Reply